Akiong, Pahlawan Bagi Anak Suku Akit Dusun III Mungkal
Berdasarkan kunjungan dan monitoring LSM Printis Dinamika Bangsa Kabupaten Siak yang peduli pendidikan dan lingkungan, Makrup,SH sebagai koordinator lapangan dan didampingi oleh Indra gunawan, SE selaku wartawan melakukan kunjungan ke dusun III mungkal kampung penyengat, kecamatan sungai apit, kabupaten siak, Provinsi Riau. Sabtu (27/8)
Hal monitoring mutu pendidikan anak, maka dari itu masyarakat Dusun III Mungkal, kampung penyengat sangat berterima kasih kepada bupati siak, bapak Drs.H.syamsuar MSi melalui dinas pendidikan kabupaten siak yang telah menjadikan sekolah SD N 24 Tanjung pal, dusun III mungkal kampung penyengat, menjadi sekolah negeri. Selain itu juga, semoga bupati siak dan dinas pendidikan kabupaten siak terus menjadikan dunia pendidikan semakin bermutu dan agamis ,ungkap makrup,SH.
Maka dari itu, ada salah seorang Dermawan yang sangat sederhana disana, yang sangat peduli akan pendidikan sehingga sanggup berkorban baik material maupun spiritual terhadap majunya dunia pendidikan didusun III mungkal, kampung penyengat tersebut.
Dermawan tersebut adalah bapak Ali zona alias akiong, beliau sanggup menyediakan kapal pompong untuk antar jemput anak - anak sekolah yang berada di pinggir pantai pentai penyangat dan tanpa ada sedikitpun dibayar bahkan nakhoda dan Anak Buah Kapal (ABK) pompong beliau yang membayar bulanannya.
Akiong alias alizona sanggup membangun rumah guru guru dengan biaya beliau sendiri asalkan, guru tersebut mau tetap tinggal di dusun III mungkal agar proses belajar lebih lancar.
Selain itu juga ia menyediaan lahan bangunan sekolah sudah dipersiapkan dengan biaya beliau sendiri tujuannya seandainya ada anggaran APBD kabupaten siak untuk membangun sekolah tidak perlu lagi mencari lahan.
Kemudian yang lebih unik lagi ,bapak alizona alias akiong sanggup memberi gaji atau honor kepada seorang imam mushalla disana untuk membimbing anak islam disana sebanyak Rp 2.000.000 juta perbulan ,dengan tujuan agar adanya kerukunan umat beragama didaerahnya padahal umat islam yang didusun mungkal berjumlah enam kepala keluarga ,sungguh mengherankan dan menyayat hati nurani kita semua dan menyintuh jiwa kita semua hendaknya.begitjlah seorang alizona yang sukses ,sederhana dan sanggup berkorban untuk orang banyak demi memajukan anak dan masyarakat dusun mungkal dibidang pendidikan dan perkembangan masyarakat suku asli dan masyakat demi kemajuaan dan kerukunan khususnya didesa dusun mungkal ,dan itu dibenarkan oleh imam tersebut. bahkan beliau sanggup membiayai anak yang tak mampu untuk sekolah agar tetap sekolah.menurut makrup,SH.
Kemudian kami tanyakan apa yang membuat bapak termotivasi untuk itu semua sehingga bapak sanggup berkorban material dan spiritual demi dunia pendidikan didusun mungkal ini? beliau menjawab simple saja
"Saya selaku anak daerah tidak mau anak diderah saya tertinggal dan menonton saja walaupun daerah saya termasuk daerah tertinggal. tapi saya mau anak anak maju dan berkwalitas dimasa akan datang". Tuturnya.
Begitu juga sebagai motivasi bagi perusahaan perusahaan yang yang ada dikabupaten siak untuk lebih mengalokasikan dana secara jangka panjang untuk peduli dunia pendidikan maka saya yakin pasti dunia pendidikan dikabupaten siak umumnya dan khususnya dusun III mungkal,kampung penyengat akan sukses dan bisa dibanggakan.menurut alizona alias akiong selaku kepala dusun III kampung pemnyengat.
Menurut makrup SH, wajar kalau kita semua stacholer dan seluruh komponen memberikan apresiasi kepada saudara ali zona alias akiong tersebut. untuk menciptakan pikiran dan trobosan yang bermutu perlu adanya kualitas dan sumber daya manusia yang siap membawa nama kampung, kecamatan dan kabupaten siak menjadi kabupaten yang bisa dibanggakan oleh semua pihak, seiring apa yang menjadi prioritas utama oleh bapak bupati siak Drs.H.syamsuar MSi tentang dunia pendidikan yang berkualitas dan agamis ungkap makrup SH.
Sementara itu, menurut Abok Agustinus membenarkan semua yang dilakukan oleh bapak akiong tersebut. Ia sangat apreasiasi sekali kepada kedermawaan pak akiong yang sangat peduli kepada anak mata rimba tentang pendidikan, jelasnya.
Bahkan menurut agustinus alias abok ,kami sangat terbantu dengan kedermawan pak akiong alias alizona tersebut.semoga masih banyak dermawan dan perusahaan yang sanggup menyisihkan sedikit saja community development atau C&R nya untuk kampung kami khususnya dusun III mungkal, kampung penyengat ,tuturnya. (Indra)

Post a Comment