Beraksi Saat Sholat Jumat, Maling Motor Di Kantor Gubri Ditangkap
RIAUPEMBARUAN.COM - Pria ini harus rela menahan pukulan, tendangan setelah ulahnya ketahuan mencuri motor Satria FU di areal bestmen Gedung Lancang Kuning, Kantor Gubernur Riau. Parahnya, aksi yang memang sudah membuat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Riau dilakukan saat orang Sholat Jumat. Begitu tertangkap, pria yang diketahui nama Sunaryo kelahiran 4 April 1972 di Labuhan Batu Sumatera Utara itu pun menjadi bulan-bulanan.
"Motor tadi sudah dibawa bang, tapi saya kejar dapat," kata Dasri, pemilik motor yang dicuri yang juga mekanik pemeliharaan Kantor Gubernur, Jumat (9/9/16).
Diceritakannya, awalnya seperti biasa motor Satria FU diparkirkannya di bestment Gedung Lancang Kuning Kantor Gubernur. Saat itu pelaku yang masih berada di ruang panel mesin, tiba-tiba mendengar suara motor yang menurutnya mirip suara motornya.
Setelah dilihat Dasril benar saja motor Satria FU miliknya sudah dibawa. Dasril pun berusaha mengejar sambil berteriak maling. Meski motor sempat dibawa keluar dari bestment, karena kegigihan Dasri, motor yang sudah dibawa itu pun berhasil diraih, hingga simaling pun terjatuh.
 Karena ketakutan, si maling itu pun sempat melarikan diri hendak memanjat pagar (belakang Humas), karena pintu pgar dikunci. Namun, beberapa anggota Satpol PP yang berjaga dipos saat itu pun berhasil mengamankan pelaku.
Si maling pun kemudian diamankan di pos penjagaan utama, dekat mesjid kantor gubernur. Tidak lama kemudian, jemaah mesjid yang baru menyelesaikan sholat Jumat, berdatangan.
Mengetahui kejadian itu pun banyak orang yang melihat langsung pelaku itu banyak emosi. Hal itu dikarenakan banyaknya kendaraan roda dua yang hilang di kawasan kantor gubernur. Beberapa orang berhadapan dengan pelaku, ada yang menendang, memukul. Makian atas ulah si maling itu pun terdengar.
Setelah hampir satu jam kemudian, barulah datang sejumlah petugas kepolisian menjemput pelaku, untuk diperiksa ke Polsek Kota. Namun, sebelum dibawa kedalam mobil, pelaku lagi-lagi harus menerima hadiah bogem mentah dari warga yang menyaksikan. Polisi yang membawa pun nyaris terjatuh untuk melindungi dari warga yang sudah terlihat emosi terhadap pelaku.
Editor: Nawi Iswandi

Post a Comment