Masih Banyak Masyarakat Meranti Buang Air Besar Sembarangan

MERANTI, (RiauGlobal) - Hingga saat ini ternyata masih banyak masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti yang melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Hal ini diketahui berdasarkan data di sarana sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebanyak 6191 KK di Kepulauan Meranti masih melakukan Buang Air Besar Sembarangan.

Sementara itu dari 47.293 KK yang tersebar di 9 kecamatan, akses jamban sebanyak 39786 unit yang terdiri dari jamban sehat permanen sebanyak 15870 unit. Dengan kata lain 23916 ribu jamban skala rumah tangga lainnya masih menggunakan jamban cubluk yang masih mencemari air tanah,dan 1316 KK lainnya masih menumpang.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Kesehatan terus mendorong masyarakat untuk membangun sarana sanitasi total berbasis masyarakat (STBM).

Kepala Program Pengeloaan Lingkungan Kesehatan Puskesmas Alah Air Kecamatan Tebingtinggi Dr. Nurmadiah Damar mengatakan bahwa program tersebut digalakkan sejak tahun 2014.

"Banyak kepala keluarga (KK) tidak memiliki jamban keluarga. Warga yang memiliki kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS) justru lebih banyak. Nah, dari jumlah tersebut, lebih dari 100 KK terpicu untuk mengubah kebiasaan. Mereka tidak lagi buang hajat di sembarang tempat, seperti sungai atau kebun.Kami deklarasikan STBM demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," ujar Nurmadiah,rabu (31/8).

Fasilitator STBM Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti Syarief Lukman Hakim juga merincikan bahwa dari data Puskesmas yang tersebar di sembilan Kecamatan sebanyak 4.460 KK  belum mempunyai akses jamban,dari data itu tiga puskesmas belum termasuk yakni Puskesmas Bandul Alah Air, dan Kedabu Rapat.

Lebih lanjut Syarif mengatakan bahwa pihaknya akan terus meng ODF (open Defecation Free) kan kebiasaan masyarakat yang membuang air besar sembarangan.

"Untuk Propinsi Riau dari OD menjadi ODF, baru Kabupaten Kepulauan Meranti yang desa nya masuk kedalam tahap deklarasi," kata Syarief.

Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehahatan Lingkungan (PMKL), dr  Rini Herlina Ria Sari mengatakan bahwa dalam hal merubah prilaku masyarakat untuk tidak membuang air besar secara sembarangan pihaknya telah melakukan CLTS (community led total sanitation) yakni suatu pendekatan dengan memfasilitasi melalui proses sanitasi dan menginspirasi masyarakat serta memicu untuk selalu berprilaku hidup bersih.

"Upaya yang kita lakukan adalah bagaimana untuk merubah kebiasaan masyarakat tersebut.Kita tidak menggurui,tapi bagaimana masyarakat sebagai pemimpin yang sadar sendiri akan kesehatan mereka atau yang lebih dikenal dengan natural leader," ungkap Rini.

Lebih lanjut Rini mengatakan bahwa STBM Meranti melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas II) sudah dimulai pada tahun 2014 dan ada 5 desa yang menjadi sasaran STBM yakni Desa Kudap,Alai Selatan,Batang Malas, Banglas Barat dan Desa Topang,tapi yang baru berhasil baru satu desa yakni Alai Selatan Kecamatan Tebingtinggi Barat.Keberhasilan lainnya adalah dinyatakannya Desa Bokor (non pamsimas II) sebagai desa bebas buang air besar sembarangan.(Gn)

Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)


(151) Dibaca - (0) Komentar
[ Kirim Komentar ]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.