Diduga Ingin Jadikan Proyek, Tanaman Hias Median Jalan Dibiarkan Mati
Tanaman hias yang mati kering seperti kena racun ini banyak dari jenis pucuk merah. Diduga, tanaman mati karena kurangnya pemeliharaan dari Bidang Pertamanan Dinas Tata Ruang Cipta Karya Rohul. Bahkan dikabarkan, tanaman ini mati karena untuk dijadikan proyek pemeliharaan atau mengganti yang baru.
Tanaman hias di median jalan protokol terkesan mulai tak terurus sejak peralihan mantan Bupati dan Wakil Bupati Rohul Achmad-Hafith Syukri ke Suparman-Sukiman.
Menurut warga Pasir Pengaraian, saat ini perawatan tanaman hias terkesan kurang dirawat. Padahal, semasa Achmad, tanaman hias di median jalan lebih terlihat segar.
Kejadian serupa tidak hanya terjadi di jalur dua Pasirpangaraian, namun juga terjadi di jalur dua di Kecamatan Ujungbatu.
Menanggapi banyak tanaman hias yang mati, Kepala Bidang Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Dinas TRCK Rohul, Marhaini, membenarkan bila banyak tanaman hias di median jalan yang mati.
"Kejadian itu bukan di sengaja, melainkan dampak musim panas atau kemarau panjang, apalagi mobil penyiram sering rusak,"kata Marhaini, Jumat (30/9/16) sore.
Marhaini menelaskan, dalam pemeliharaan memang tidak ada anggaran, baik untuk pembelian pupuk, karena adanya pemotongan Dana Alokasi Umum dilakukan pemerintah pusat. Termasuk tidak ada dana untuk memperbaiki mobil penyiram yang sering rusak.
"Namun demikian, penyiraman tanaman hias di median jalan tetap dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore hari,"tambahnya.
Marhaini bahkan membantah bila tanaman hias di median Jalan Tuanku Tambusai mati karena faktor kesengajaan untuk mendapatkan proyek atau pengadaan bibit baru. [Asav]
Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan |
| (189) Dibaca - (0) Komentar |
| [ Kirim Komentar ]
|

Post a Comment