Syarwan Hamid Kritik Gubernur Riau Andi Rachman

RIAUPEMBARUAN.COM - Tokoh masyarakat yang juga mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Syarwan Hamid kritik Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yang tak hadir pada acara tepung tawar Septina Primawati, yang baru dinobatkan sebagai Ketua DPRD Riau, sisa masa jabatan 2014-2019, pekan lalu. 
 
Pada hal papar Syarwan, kehadiran orang nomor satu di Riau itu begitu ditunggu untuk menjalin komunikasi bersama para tokoh, mantan pejabat termasuk jajaran di Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau sendiri. 
 
"Ini saya mohon maaf, saya sedikit kritik kenapa gubernur tak datang. Harusnya ini momen bagus menjalin silaturahmi," kata Syarwan, usai menghadiri acara tepung tawar, Ketua DPRD Riau sisa masa jabatan 2014-2019 Septina Primawati, Senin (31/10/16). 
 
Hadir Asisten III Setdaprov Riau Kasiaruddin, sejumlah tokoh masyarakat dan mantan pejabat yang juga turut memberikan tepung tawar di antaranya mantan Gubernur Riau Saleh Jasit, Azali Johan, Mambang Mit, mantan Bupati Rohul Achmad. 
 
Kemudian dari jajaran LAM Ketua Majlis Kerapatan Adat LAM Riau Ok Nizami Jamil, Ketua Harian LAM Riau Al Azhar, mantan Kepala Badan Pengelola Perbatasan Riau yang juga calon Walikota Pekanbaru Ramli Walid, Ketua LAM Pekanbaru Dastrayani Bibra. 
 
Sebagai Ketua DPRD Riau sisa masa jabatan 2014-2019, yang dijabat Septina bersama Andi Rachman (sapaan akrab gubernur) harus saling bersinergi. Hal itu sudah menjadi keharusan demi membangun Riau ke depan. 
 
"Saya tak tahu kenapa tak datang, tapi mudah-mudahan saja bukan alasan yang dicari-cari," ungkap Syarwan. 
 
Lebih lanjut, memberikan dukungannya atas dilantiknya Septina pekan lalu sebagai Ketua DPRD Riau sisa masa jabatan 2014-2019. Menurutnya, kepemimpinan antara laki-laki dan perempuan saat ini sama saja. Bahkan dari kalangan perempuan yang dipandang lebih sukses menjadi pemimpin, baik ditingkat menteri, kepala negara mau pun di daerah. 
 
"Mungkin wanita itu bersikap seperti ibu yang mengurus seperti anaknya benar. Tenggang rasanya tinggi, malu korupsi, makanya memimpin itu tak harus laki-laki. Kapan perlu nanti gubernur Riau ke depan juga perempuan," ujar Syarwan.
 
Editor: Rezi AP 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.