Heboh, Prempuan Lansia Ditemukan Mengapung Dalam Parit

Riaunesia.com (RNC) – Warga jalan Cumi- Cumi Rt 03 Rw 03 Kelurahan Tangerang Barat Kecamatan Marpoyan Damai mendadak heboh dengan ditemukannya sesosok mayat prempuan yang mengapung didalam parit, Ahad (13/11/2016) sore. Korban yang diketahui bernama Erni (64) diduga terjatuh kedalam parit saat membersihkan rumput didepan rumahnya.

Kapolsek Bukit Raya Kompol Hendrik saat dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim AKP Sihol Sitinjak mengatakan bahwa korban ditemukan oleh warga sekitar pukul 15.45 WIB selesai shallat Ashar. Korban yang menggunakan daster dalam posisi tertelungkup, sedangkan air didalam parit tidak terlalu dalam.

” Keterangan saksi yang kita temui, awalnya warga tidak mengenal korban karena posisinya tertelungkup. Setelah itu, ketua Rt bernama M Teguh (44) datang dan langsung menghubungi Firdaus (39) lantaran ciri-ciri korban seperti mertuanya,” jelas Kanit.

Tidak beberapa lama pemilik rumah datang, barulah prempuan yang ditemukan mengapung di dalam parit di evakuasi warga untuk memastikan identitasnya. Berhasil mengangkat korban keatas daratan, akhirnya kecurigaan warga jika korban adalah mertua dari Firdaus ternyata benar.

” Korban tinggal bersama anak dan menantunya. Keterangan pemilik rumah yaitu Firdaus, sekitar pukul 07.00 WIB korban dalam keadaan sehat saat dirinya pergi bersama sang istri,” kata Kanit.

Lanjut Sihol, dari keterangan beberapa orang saksi dilokasi kejadian dan salah satunya Fauzi Darwis (59) tidak lain adik korban sendiri, sekitar pukul 12.00 WIB prempuan berusia setengah Abad lebih ini ditemukannya tengah membersihkan rumput rumah. Tetapi, saat korban diminta untuk beristirahat lantaran usianya yang sudah tidak muda lagi, korban malah tidak mengindahkannya.

” Selain pihak keluarga, beberapa warga sekitar juga melihat korban membersihkan rumput hingga pinggir parit. Dugaan korban meninggal dunia lantaran terjatuh, karena keterangan pihak keluarga korban memiliki penyakit ayan, hal ini diperkuat dengan tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan ditubuh korban,” tutup Kanit. (riaupos)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.