Kepengurusan MPC Pemuda Pancasila Bengkalis Dilaporkan Ke MPW Riau

RIAUPEMBARUAN.COM - Broery Julianto mantan Plt Ketua PAC Kecamatan Bantan bersama Nazri Plt Ketua PAC Kecamatan Rupat dan Zulfikar Ketua Plt PAC Rupat Utara melaporkan Kepengurusan MPC PP Kabupaten Bengkalis periode 2016-2019 ke Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) PP Provinsi Riau. Laporan tersebut diterima Wakil Ketua I MPW, Yosman Matondang.
Hal ini dikatakan Broery, Minggu (27/11/2016). Menurut Broery, dirinya, Nazri dan Zulfikar mendesak MPW agar membekukan kepengurusan MPC PP Kabupaten Bengkalis hasil Muscablub 18 Juni 2016lalu. Mereka menilai Surat Kepengurusan (SK) MPC PP Bengkalis periode 2016-2019 dinilai premature.
Broery, Nazri dan Zulfikar yang masuk dalam tim formatur mengaku tidak pernah menandatangani berita acara pembentukan kepengurusan MPC.
Berdasarkan fakta tersebut, ketiganya meminta Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) PP Provinsi Riau membakukan kepengurusan MPC PP Kabupaten Bengkalis periode 2016-2019.
"Kami bertiga menggugat langkah sepihak ketua MPC PP Kabupaten Bengkalis terpilih pada Muscablub 18 Juni 206 lalu yang tidak pernah melibatkan tim formatur, khususnya kami bertiga dalam menyusun kepengurusan MPC. Selain itu, SK MPC itu Ganjil, karena tanggal terbitnya SK sama dengan tanggal Muscablub, yakni 18 Juni 2016," ungkap Broery.
Broery mengakui usai Muscablub ia ditawari ketua MPC PP Ikhwanal Amri untuk memasukan nama-nama kedalam pengurusan MPC. Pada saat itu, Broery memberikan dua nama yaitu Beni Murdani dan Zulham. Tapi hanya sebatas itu, selanjutnya tidak ada komunikasi soal penyusunan struktur pengurus. Ketua MPC PP Bengkalis juga dinilai telah inkonsistensi dalam menjalankan roda organisasi. Akibatnya, setengah dari kepengurusan MPC PP Kabupaten Bengkalis sesuai SK sudah tidak aktif lagi.
Bahkan kata Broery, sekitar 30-an pengurus menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan MPC, dikarenakan situasi internal organisasi sudah tidak kondusif.
"Saya pribadi sudah belasan tahun berada di Pemuda Pancasila. Dan PP sudah merupakan rumah bagi saya. Tapi, karena kondisi organisasi di MPC tidak kondusif, terlebih ketua MPC bersikap tidak pro aktif serta tidak mengedepankan kepentingan organisasi, memunculkan ketidakpuasan dari sejumlah pengurus dan kader PP yang kemudian memilih mundur," tegas Broery.
Sementara itu, mantan Plt Ketua PAC Rupat Nazri berharap kepengurusan MPC PP Bengkalis dibekukan oleh MPW, demi menyelamatkan organisasi.
"Harapan kami MPW merespon tuntutan kami. Sekaligus kami melaporkan ke MPW ketua MPC PP Bengkalis selaku ketua tim formatur penyusunan pengurus usai Muscablub tidak pernah melibatkan kami, sehingga kepengurusan yang ada sekarang kami gugat," sambung Nazri.
Editor: Rezi AP

Post a Comment