Miris, Guru Di Pekanbaru Masih Ada Yang Begaji Rp300
Riaunesia.com (RNC) – Masih ada pahlawan tanpa tanda jasa (Guru, red) di Kota Pekanbaru yang menerima gaji sebesar Rp300 ribu. Nilai itu bahkan sangat jauh di bawah upah minumum kota (UMK) Pekanbaru yakni berkisaran Rp2,1 juta.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Drs Abdul Jamal MPd, Jumat (25/11/2016), Ia juga mengaku sangat miris dengan besaran gaji yang diterima guru honor komite. Anggarannya diambil 15 persen dari dana BOS. Ini juga dibenarkan oleh aturan. Guru honor komite sendiri diangkat kepala sekolah tanpa ada seleksi.
“Masih ada guru kita yang digaji Rp300 ribu, maka 2017, gaji honor komite kita support, ada insentif Rp400 ribu per bulan. Ke depannya, kami juga akan memperjuangkan ke nasional. Sehingga mutu dan profesionalisme guru terjaga,” sebut Jamal lagi.
Selain gaji guru yang rendah, Kota Pekanbaru kata Jamal juga kekurangan guru. Karena sejak tahun 2013 lalu, Kota Pekanbaru tidak ada merekrut tenaga guru PNS. Di satu sisi kini setiap tahun, guru yang pensiun sebanyak 150 orang.
Dengan jumlah guru yang ada sekarang, Jamal menyebutkan masuk kondisi sekarat. Karenanya, dia meminta kepada pemerintah pusat, untuk membuka lowongan guru PNS lagi. Sebab, hingga kini saja Disdik sudah membangun 17 gedung sekolah baru. Ia memaparkan jumlah guru non PNS, terdiri dari honor komite sebanyak 1.300 guru, guru bantu 400 guru dan GTT 200 guru. Jika dijumlahkan sekitar 1.900 guru. “Jumlah ini lah yang kita masih kekurangan tenaga guru di kota ini,” tegasnya, di kutip riaunesia dari riaupos
Disinggung mengenai kesejahteraan guru, diakuinya tidak semua guru yang hidupnya nyaman dan sejahtera. “Kalau guru PNS oke lah. Yang kita kasihan itu guru guru honor komite, guru bantu dan guru tidak tetap (GTT). Gaji mereka masih di bawah standar. Kalau guru GTT yang diangkat Pemerintah Provinsi digaji Rp2 juta per bulan. Yang mirisnya gaji guru honor komite dan guru bantu,” paparnya.

Post a Comment