Diduga Surat Edaran Kemensos Bodong Beredar

Terkait Bansos NAPZA

Diduga Surat Edaran Kemensos Bodong Beredar


Hukrim - - Rabu, 14/12/2016 - 17:29:31 WIB

ini dia Surat edaran Kemensos terkait NAPZA yang diduga fiktif dan yang asli tersebut.

TERKAIT:

Pekanbaru (RiauGlobal)
Pada saat ini, rehabilitasi korban napza di Pekanbaru yang dijalankan oleh salah IPWL Satu Bumi  di bawah binaan Kementrian Sosial lagi lagi mendapat sorotan tajam dari masyarakat.

Seperti yang disampaikan salah satu peserta rehap yang tidak mau namanya menyebutkan, bahwa  rehap yang dijalankan oleh IPWL Satu Bumi ini  terkesan tidak sesuai standar, dimana tidak ada tes urin,pemberian vitamin,namun rehabilitasi hanya bersifat tanya jawab.

Bahkan disebutkannya ,  BANSOS peserta rehab NAPZA pun tidak transparan,terkait bansos ini pihak IPWL ini menyalurkan hanya 10 (sepuluh)  orang peserta,dengan alokasi dana sebanyak Rp 2.000.000,(dua juta rupiah perorang, mereka menyalurkan beracuan pada surat edaran Kemensos.

"Jika di lihat dari surat edaran ada kejanggalan.dimana surat edaran mereka tidak memakai logo Kemensos RI, dimana tanggal serta nomor surat antara antara surat mereka dan arsip yang dibawa TANTRI ( staf Kemensos ) berbeda.hal aneh lagi adalah terkait nilai bansos yang menurut Mensos dibeberapa terbitan media nasional seperti  media liputan 6.com bahwa korban napza mendapat bansos UEP dengan dana sebanyak Rp 3.000.000,(tiga juta rupiah perorang, tentunya berbeda dengan apa yang di lakukan IPWL ini terkait bansos tersebut,"ungkapnya sambil menunjukan bukti surat edaran tersebut.

Ditegaskannya lagi, patut diduga bahwa surat edaran terkait bansos adalah fiktif karena berbeda nilainya dan tujuan dari surat edaran Kemensos yang diduga fiktif  itu adalah untuk memperkecil jumlah penerima maupun jumlah nilai bantuannya.

Terkait hal ini,wartawan www.riau-global.com  mencoba mengkonfirmasikan kepada Ketua IPWL Satu Bumi yang bernama Wanton melalui handphone nya namun sayang handphone beliau tidak aktif sampai berita ini di turunkan.

Sehubungan dengan hal itu,wartawan melakukan konfirmasi langsung terhadap Menteri Sosial RI  Khofifa IndarParawangsa yang kebetulan berada di Pekanbaru yang menghadiri acara  peluncuran Program Jari Putar di PSBR Rumbai baru baru ini mengatakan, terkait penggelapan bansos Napza tersebut, Khofifa menegaskan, "Silahkan lapor ke polisi terkait penggelapan bansos tersebut.dan terimakasih atas infonya dan mengenai soal IPWL itu nanti kita tindak lanjuti,"ucap Menteri Mensos RI itu  sambil berlalu.(OP)

Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)


(59) Dibaca - (0) Komentar
[ Kirim Komentar ]
Jumat, 12/06/2015 - 20:23:21 WIB
Minum Baygon
Udin Nyaris Tewas Di SelatpanjangSabtu, 19/10/2013 - 12:16:45 WIB
BKKKS Taja Jambore Komunitas Rakyat TerpencilJumat, 12/06/2015 - 19:46:01 WIB
Rangkaian Harkop ke 68
Diskop UMKM Bengkalis Gelar Kegiatan Sunatan MassalJumat, 12/06/2015 - 20:00:00 WIB
Gerak Jalan Santai Bersama Masyarakat Merbau
Bupati Irwan Ajak Warga Nyanyi Bersama Hingga Latih Baris-Berbaris Siswa SDJumat, 12/06/2015 - 19:50:30 WIB
Kemenag RI Terbitkan Rekomendasi Pendirian ISQ Syekh Ibrahim.Sabtu, 06/06/2015 - 01:39:47 WIB
LSM Suluh Kuansing Terus Dalami Data Dugaan Penggelapan Anggaran di BAPPEDA.Jumat, 12/06/2015 - 23:31:57 WIB
Wakil Walikota Pekanbaru Silaturrahmi dengan IPPK Kota PekanbaruSabtu, 06/06/2015 - 20:21:36 WIB
Dalam Rangka Milad ke 50 Kabupaten Inhil Tahun 2015
Pemkab Inhil Buka Turnamen Catur Terbuka Sabtu, 06/06/2015 - 20:15:32 WIB
Peringati HPN 2015
PWI Meranti dan BRK Salurkan Paket SembakoSabtu, 06/06/2015 - 01:29:45 WIB
Di Duga PT Arara Abadi, Menyerobot Lahan MasyarakatJumat, 26/09/2014 - 05:55:36 WIB
Ketua FORKI Riau : Imbangi dengan Prestasi
Atlit Binaan RAPP Sumbangkan 12 Medali Bagi Pelalawan

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.