Pengoperasian Terminal Bandara Ranai Tunggu Rilis dari Kemenkeu
Natuna - Riau Global.Kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Natuna, Sapta Nugraha menjelaskan bahwa Pengoperasiaan Bandar Udara (Bandara) Incluve Cipil Ranai,tinggal menunggu rilis verifikasi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI).
Karena kata Sapta, masih ada tahapan-tahapan yang harus dilaksanakan. Mekanismenya harus ada verifikasi dari Mabes TNI AU. kemudian Mabes TNI AU memberikan laporannya ke Mabes TNI dan Menteri Pertahanan (Menhan), yang telah dilaksanakan pada 07-09 November 2016.
"Kemudian hasil dari verifikasi dari Mabes TNI dan Menteri Pertahanan dilaporkan ke Kemenkeu. Karena semua kekayaan negara masuk verifikasi dari Kemenkeu," ujar Sapta Nugraha yang ditemui Riau Global dikediamannya di Jl. H. Adam Malik Kelurahan Bandarsyah Ranai Selasa (13/12) pagi.
Sapta melanjutkan, bahwa bandara yang telah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 06 Oktober lalu itu,yang awalnya ditangani oleh TNI AU akan dialihkan tangan ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara. Sehingga harus ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan oleh keduanya.
"Jadi gimana nantinya punya hak masing-masing, baik dari pihak TNI AU maupun Dirjen Perhubungan Udara," kata Pria asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu.
Sapta mengaku pihaknya belum mengetahui secara pasti, kapan terminal bandara incluve cipil Ranai akan beroperasi melayani penerbangan dari dan ke Kabupaten Natuna. Namun dirinya berharap secepatnya dapat beroperasi seperti yang diharapkan bersama.
"Maunya sih secepatnya. Dan sekarang sedang dilakukan pelebaran landasan pacu oleh Menhan. Menhanpun sudah memberikan intruksi kepada Danlanud Ranai, Dirjen Perhubungan Udara serta Dishub Natuna, agar secepatnya dapat dioperasikan," jelasnya.
Ditempat terpisah melalui saluran telepon/sms(red) mantan kelapa dinas Perhubungan Wan Siswandi mengatakan "Bandara itu sudah kita hibahkan ke kementrian Perhubungan, dengan demikian tidak menjadi tanggungjawab kita lagi," ujarnya.
Masih menurut Siswandi "Sekarang di bandara tepatnya di depan terminal kita digunakan penimbunan matrial untuk pelebarab RunWay,intinya oprasional bandara di oprasikan oleh kementrian Perhubungan," tegasnya.
Kenapa belum dioprasikan?, karena masih ada pekerjaan pelebaran RunWay.
Wan Siswandi juga menambahkan "Kementrian juga sudah menunjuk kepala Satuan Pelayanan Bandara dan Insya Allah dalam bulan ini kelengkapan terminal bandara akan datang seperti Compeyer.extray, dan lainnya," ujarnya..sambil menunggu pelebarab RunWay,Administrasi sudah di kemenhan dan selesai dari kemenhan terus kemenkeu.
Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa proyek tahun jamak yang menelan APBD Natuna sebesar Rp. 191 Milyar itu, menjadi bahan perbincangan dikalangan masyarakat Natuna. Pasalnya, sudah lama diresmikan namun hingga detik ini masih juga belum beroperasi. (Erwin)
Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan |
| (23) Dibaca - (0) Komentar |
| [ Kirim Komentar ]
|

Post a Comment