Dugaan Korupsi Bioethanol, Kejari Bengkalis Tunggu Hasil Audit BPKP

RIAUPEMBARUAN.COM - Saat ini, penyidik Kejaksaan Negeri Bengkalis masih menunggu hasil audit investigatif resmi dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Riau dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Proyek Penelitian Bioethanol pada Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Bengkalis tahun 2013 lalu.
Sebelumnya, Kejari Bengkalis sudah mengirimkan surat kepada BPKP Riau agar memberikan laporan resmi hasil audit sebagai acuan tindaklanjut perkembangan perkara tersebut. Audit yang diusulkan penyidik sejak November 2015 silam sampai sekarang, namun belum memperoleh hasil resmi. Sehingga kasus tersebut masih menjadi tunggakan bagi Kejari Bengkalis untuk segera dituntaskan.
“Kita sudah menyurati BPKP Riau agar menyerahkan hasil audit resmi mereka. Tentu saja kasus ini masih menjadi tunggakan Kejari Bengkalis yang harus segera diselesaikan, karena kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi santer disorot publik beberapa waktu lalu,” ungkap Kajari Bengkalis Rahman Dwi Saputra kepada fokusriau.com, Selasa (21/3/2017).
Adanya dugaan tindak korupsi pada proyek pengembangan Bioethanol tersebut, menurut Rahman menyusul pengambil kebijakan bermasalah dan tidak sesuai dari peruntukannya. Akibatnya, negara diduga mengalami kerugian sekitar Rp1 miliar. “Kita berharap BPKP Riau segera menyerahkan hasil audit mereka, terkait proyek penelitian dan pengembangan Bioethanol tersebut, supaya kita proses secara hukum kalau memang ad aindikasi keugian Negara,” ujar Rahman.
Diketahui, program Bioethanol yang digulirkan Pemkab Bengkalis melalui Balitbangda sejak tahun 2012 diduga bermasalah, karena hanya dijadikan bahan disertasi gelar Doktor oleh kepala badan tersebut (Sofyan Hadi,red) yang bekerjasama dengan salah satu perguruan tinggi di Pekanbaru.
Proyek penelitian dan pengembangan Bioethanol bermasalah dari sisi anggaran maupun azas manfaat. Proyek pengembangan dan penelitian Bioethanol serta pembangunan stasiun pengisian bahan bakar di depan Kantor Balitbangda di Jalan Pertanian diperkirakan menyedot APBD miliaran rupiah. (frc)
Editor: Iwan Iswandi

Post a Comment