Kapolri Pemateri Kuliah Umum Di UIR

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian berkunjung ke Provinsi Riau, dalam pidatonya di Universitas Islam Riau, Jumat (3/2/2017), Jendra Pol Tito Karnavian menyampaikan ucapan terimakasihnya atas penyambutan yang ramah dari seluruh elemen masyarakat provinsi Riau.

“Suatu kebanggan tersendiri bagi saya dapat memijakkan kaki di bumi lancang kuning ini,” ungkap Kapolri.

Adapun agenda Kapolri yang kerap disapa Tito ini hadir ke UIR, dalam rangka memberikan Kuliah Umum dengan Tema Dampak Globalisasi dan Kedaulatan Kebangsaan.

Jendral Pol Tito Karnavian merasa bangga dengan masyarakat Riau dan Kepulauan Riau yang dulunya tergabung dalam satu provinsi, telah mampu menyatukan negara yang luas dengan aneka bahasa dan budaya tersebut melalui bahasa Indonesia yang notabenenya adalah bahasa melayu.

"Kita memuliki coment interest yang menyatukan Kebhinekaan ini, dimulai dari kelompok terkecil yakni tingkat keluarga hingga kelompok masyarakat", ujar Tito saat pidato dihadapan mahasiswa yang terdiri dari 132 universitas yang datang ke UIR.

Menurut Tito, ada dua potensi yang bisa memecah belah NKRI yakni internal dan eksternal, untuk potensi internal Indonesia di dominasi masyarakat Low Class, sedangkan eksternal politik internasional dunia, siapa yang kuat dia yang menang".

Tito juga mengingatkan, agar seluruh akademisi di seluruh kampus, dapat mengajarkan mahasiswa untuk berpikir lebih rasional lagi.

“Mahasiswa adalah aset bangsa, sumber daya siap pakai yang berperan penting dalam pembangunan bangsa, generasi masa depan yang meneruskan tongkat estafet kedepannya,” pungkas Tito.

Disamping itu, pada kunjungannya ini, Kapolri juga memberikan hadiah berupa 5 Handphone Android, bagi 5 orang mahasiswa yang ditunjuk dan mampu menjawab pertanyaan yang diajukannya.

Adapun pertanyaan yang diajukan Kapori bersifat ringan dan tidak berat sepeti siapa Gubernur Riau, Kapolda Riau, Gubernur Maluku, Gubernur Aceh dan lain sebagainya.

Pantauan awak media, meskipun ada juga mahasiswa yang tidak dapat menjawab pertanyaan Kapolri tersebut, namun ke 5 (lima) mahasiswa yang ditujuk tersebut tetap diberikan hadiah berupa 1 unit android berbasis IT yang telah dijanjikannya. (Ari)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.