Kunjungi Sekolah, Anggota Dewan Ini Dengarkan Unek-Unek Tenaga Pendidik

Rokan Hulu (riau-global.com) Kunjungi sekolah guna melihat dunia pendidikan yang ada di Rokan Hulu (Rohul), anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rohul, Alpasirin, M. Ip dengarkan berbagai keluhan atau unek-unek tenaga pendidik.

seperti kunjungannya ke Sekolah dasar negeri (SDN) 003 Rambah Samo, Senin (27/3/17). Dalam kunjungannya, Alpasirin mendengarkan seluruh keluhan baik dari guru mapun pihak sekolah, demi memajukan pendidikan Rohul. Dalam acara tanya jawab, para guru silih berganti mengeluarkan unek-uneknya selama menjadi tenaga pendidik. 

Seperti yang di utarakan oleh guru honor Komite, Apriani, dirinya sudah menjadi guru honor kurang lebih 7 tahun lamanya, namun hingga saat ini dirinya belum juga diangkat menjadi guru honor daerah. Kemudian, saat ini gaji yang didapatnya sebagai guru honor komite sekolah masih jauh untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bahkan untuk transportasi masih belum mencukupi. 

"Saya aja dapat gaji sekitar, 500 ribu per bulanya, jadi kalau dipikir gaji segitu gak akan cukup untuk sebulan makanya saya berharap, pemerintah daerah bisa lebih memperhatikan tenaga pendidik Rohul," katanya. 

Apriani juga mengatakan, walaupun honor yang ia terima terbilang sangat rendah atau jauh dari harapan, namun sebagai tenaga pendidik dirinya tetap semangat dalam mencerdaskan generasi muda Rohul. 

"Ya semoga saja pak, tahun-tahun ke depan gaji guru honor komite bisa terus naik, ‎biar kesejahteraan kami juga ikut naik," imbuhnya. 

Masih ditempat yang sama, Herman yang juga guru honor mengaku, gaji yang ia dapat selama mengabdi sebagai guru honor komite selama kurang lebih 5 tahun sebesar Rp.700 ribu, dirasa sangat jauh dari kata sejahtera. 

Untuk itulah dirinya berharap, kedepan pemerintah daerah bisa lebih melihat kesejahteraan para guru honor, yang juga ikut mencerdaskan generasi mudah Rohul. 

"Semoga saja, gaji kami bisa seperti yang lainya, jadi kan kesejahteraan kami akan semakin meningkat, dan kami juga bisa tambah semangat kerjanya,"‎ imbuhnya. 

Mendengar keluahan para guru honorer tersebut, Alpasirin anggota DPRD dari komisi III Rohul, mengaku sangat miris mendengar keluahan terkait honor guru yang tidak sepadan dengan ilmu yang diajarkanya kepada generasi muda Rohul. 

"Honor mereka masih jauh dari kata cukup, padahal mereka merupakan pahlawan bagi masyarakat Rohul, dalam mencerdaskan generasi muda, namun kesejahteraanya masih jauh," imbuhnya. 

Terlihat Alpa menarik nafas panjang dan mengaku, ia telah mendengar honor guru komite yang mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 700‎ribu per bulanya, dirasa sangat tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari para pahlawan tanpa tanda jasa ini. 

Untuk itulah, kesejahteraan ini menjadi Pekerjaan rumah (PR) pemerintah daerah dan wakil rakyat, bagaimana bisa membuat regulasi tentang honor para guru non PNS ini. 

"Pemerintah harus membuat peraturan dan menetapkan standar para guru honor yakni sebesar upah minimum kabupaten (UMK), tentunya ini harus diperjuangkan, percuma saja kalau UMK ditetapkan tapi gaji guru honor hanya Rp. 300 ribu per bulanya," ucapnya. 

Alpa berharap, walaupun saat ini gaji yang mereka terima masih sangat jauh dari kata sejahtera, namun semangat dalam mencerdaskan generasi muda Rohul tetap tinggi. 

"Terakit dengan masih adanya ruang belajar yang perlu pebaikan, kita menyarankan untuk selalu mengusulkan setiap tahunnya," pungkasnya. [Asav]


Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)


(341) Dibaca - (0) Komentar
[ Kirim Komentar ]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.