Polisi Takut dengan Warga Pulau Laut Natuna

Perampasan Pompong di Desa Kadur.....

Natuna - Riau Global,Sungguh luar biasa, sekelompok warga Desa Kadur Kecamatan Pulau Laut Kabupaten Natuna bisa membuat aparat penegak hukum seperti polisi takut untuk menangani kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), yang dilakukan oleh sekelompok warga beserta aparatur di salah satu Desa di Pulau paling utara Natuna tersebut.

Betapa tidak, kasus perampasan pompong (kapal kayu), penahanan sekaligus permintaan tebusan yang dilakukan sekelompok warga beserta aparatur Desa Kadur kepada salah seorang nelayan asal Kelarik Kecamatan Bunguran Utara itu, ternyata polisi dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Natuna, tidak berani mengusutnya alias takut. Hal ini disebabkan kebringasan sekelompok warga Desa Kadur Pulau Laut terhadap aparat penegak hukum seperti polisi.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri Ranai, Waher Tulus Jaya Torihoran, SH. MH. Kepada media ini ia menyebutkan, bahwa Kepala Satreskrim Polres Natuna kepadanya pernah berbincang soal alasan kenapa satuannya tidak melanjutkan penyelidikan atas peristiwa perampasan pompong yang tengah ditanganinya.

''Mereka (Polisi, red) takut, mereka takut sama orang Pulau Laut,'' ujar Waher diruang kerjanya belum lama ini.

Dijelaskannya, bahwa ketakutan polisi terhadap warga Pulau Laut karena peristiwa yang sama pernah terjadi, dan para penyidik dari Satreskrim Polres Natuna mendapat ancaman berupa pembakaran terhadap para penyidik.

"Dulu pernah terjadi peristiwa serupa, sekitar dua tahun yang lalu, pada waktu itu masih Pak Tampubolon (satreskrim, red), sama anggotanya mereka (polisi, red) mau dibakar,'' terang Waher.

Waher pun mengaku heran kepada sikap sekelompok warga Desa Kadur Pulau Laut, yang suka main hakim sendiri  tanpa memiliki hati nurani dan toleransi kepada nelayan Kelarik, yang nota benenya merupakan saudaranya sendiri dalam satu kabupaten Natuna. Bahkan masih satu suku, yaitu melayu.

''Saya heran juga dengan orang Pulau Laut (Kadur) ini, kejam betul ya,'' tandasnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Azwardi yang merupakan korban dari sikap kejam warga Kadur tersebut, berpendapat lain. Ia menduga ada kongkalikong antara Satreskrim Polres Natuna dengan warga Kadur Pulau Laut.

''Masak polisi takut dengan orang Kadur, saya rasa sudah ada kongkalikong. Bisa jadi polisi sudah mendapat suap dari warga Kadur. Masak polisi bilang kasus ini tidak ada unsur pidananya. Jelas-jelas mereka sudah menangkap, menahan, menyita dan meminta tebusan sampai Rp.100 juta kepada saya, seharusnya kan pompong itu diserahkan ke polisi sebagai barang bukti,'' ungkap Azwardi...... (Erwin)

Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)


(91) Dibaca - (0) Komentar
[ Kirim Komentar ]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.