Saya Tidak Bermain Sendiri, Wahab Dan Asril(Sekdinkes) Juga Terlibat

Pelalawan-Riau-Global.com

Pada persidangan kemaren Selasa(14/03/17), Julia Fitri (33 Th) Terdakwa kasus calo tenaga honorer memberikan keterangan yang mengejutkan persidangan yakni Julia Fitri dalam menjalankan aksinya tidak pernah sendiri, saya selalu ada jaringan, terkadang saya bekerjasama dengan Abdul Wahab atau kepada Azril,Sekretaris Dinas Kesehatan Pelalawan, ungkap Julia.

Saya bekerja di Dinas Kesehatan Pelalawan di bidang P2PL bekerja sebagai staf, terkait kasus Siska Wati Purba, kasus ini mencuat karena Siska tidak masuk sebagai tenaga hohor seperti yang dijanjikan olehnya dan Abdul Wahab padahal uang sudah kami minta sebesar 10 juta sebagai uang muka dari yang diminta berjumlah Rp. 30 Juta Rupiah. Julia juga menuturkan uang dp tersebut langsung saya berikan kepada Abdul Wahab di Dinas Kesehatan pada hari saya menerima uangnya dari Siska sekitar 31 Maret 2015.

Dalam persidangan yang ditanya Hakim terkuak, Julia menuturkan saya dalam bermain seperti ini tidak sendirian, karna saya masih bawahan tidak mungkin bisa ambil kebijakan terang Julia. Pada kasus Siska Purba saya bermain dengan Abdul Wahab karena sebelumnya Wahab yang bertanya kepada saya untuk mencarikan orang yang mau kerja, lalu saya cari dan saya dapat Siska dengan uang muka 10 juta dan ijazah ditahan. Setelah saya berhasil mendapat orang yang mau masuk dinas maka saya komunikasikan kepada Wahab, saya sudah sering bermain demikian dengan Wahab.terangnya.

Ketika ditanya hakim, dengan siapa saja Julia bermain penerimaan honorer di Dinas Kesehatan, Julia terangkan bahwa saya sudah pernah juga bermain penerimaan honor dengan Asril(Sekretaris Dinas kesehatan), ketika ditanya ada berapa orang yang dimasukkan, Julia menyebutkan kalau saya hidtung orang yang sudah masuk saya bawa melalui Asril berjumlah 18 orang untuk tenaga kesehatan dan saya dapat untung biasanya 1 Juta/orang dari Asril berbeda jika Abdul Wahab yang hanya memberikan Rp. 500 Ribu /orang. Kalau dengan Asril saya langsung bermain dengan dia tentang penerimaan tersebut tanpa ada penghubung lain, cetusnya.

Selain itu juga Berliana, seorang PNS di Dinas Kesehatan juga sebagai penghubung Siska Purba biasanya dapat fee karna membawa orang, biasanya dia meminta uang 2 juta/orang yang sudah masuk karena dulu kami pernah memasukkan honor dari  Berliana. Akan tetapi untuk kasus Siska memang tidak ada fee yang diberikan kepada Berliana.

Atas nama Julia Fransiska dan Khoiriah yang bekerja sebagai tenaga kesehatan Puskes Kerinci juga melalui kami pada penerimaan tahun 2014. Julia memberikan uang 25 juta dan Khoiriah 30 Juta dengan pembayaran tunai,ungkap Julia ketika ditanyai Ketua Majelis Hakim.

Ketika kasus yang menyeret nama Abdul Wahab tersebut dikonfirmasi kepadanya,Kamis(16/03/17) Wahab
 mengatakan perkataan Julia tersebut tidak benar yang benar adalah kesaksian saya kemaren yang saya berikan di sidang, terangnya simple dan pergi.

Acara Peradilan kasus calo tenaga honorer Julia Fitri tersebut dipimpin Ketua Majelis Hakim, Riska Widiana dan Jaksa Penuntut Umum, Arthalius dari Kejaksaan Pelalawan. (Yusuf Situmorang)

Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)


(69) Dibaca - (0) Komentar
[ Kirim Komentar ]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.