Waduh, Jaring Masyarakat Kena Limbah Minyak

Kampar,(RiauGlobal)
Sungai yang merupakan salah satu sumber mata pencarian masyarakat dari dahulu kalanya mulai dari nenek moyang kita terdahulu salah satunya  menangkap ikan dengan  menggunakan jaring.

Namun naas, bagi masyarakat yang berada disekitar pembuangan limbah minyak milik perusahaan PHE, dimana jaringnya yang biasa menghasilkan ikan sekarang malah tidak mendapatkan apa-apa hanya limbah berupa sisa limbah bercampur minyak.

Seperti penuturan wartawan riauglobal dilokasi pembuang  limbah kepada salah satu warga yang tidak mau namanya disebutkan mengatakan, "Kita berharap ikan yang dapat ee malah minyak mentah yang lengket dijaring,"ungkap warga itu dengan nada yang sangat kecewa.

Sementara itu ditempat terpisah salah satu warga yang akrab dipanggil Bang Ucok,dimana  rumah dan kebun sawit orang tuanya berda didaerah parit aliran limbah mengatakan, kami sangat resah dengan limbah B3 perusahan PHE karena bisa merusak tanaman sawit kami sehingga penghasilan saat ini tidak bisa seperti dahulu lagi.

Kami,sebut Ucok, sudah pernah menyampaikan  kepada perusahaan agar limbah itu bisa diatasi bahkan juga melaporkan kepihak  pemerintah namun sampai saat ini tidak ada penanganan atau tindakan tentang aduan kami.

"Untuk itu kepada siapa lagi kami akan mengadu,"ujar Ucok dengan nada kesal.

 Ditambahkannya, semenjak  PT.PHE yang mengelola sumur minyak di Senamanenek ini masalah limbah mereka terus bermasalah  lepas begitu terus seperti yang dilihat itu bahkan jauh lebih parah.

Dahulu sewaktu masih dipegang PT.Chevron masalah limbah b3 sangat jarang sekali terlepas karena safety dialiran parit menuju sungai banyak yang dipasang.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Senamanenek dan juga mantan anggota DPRD Kampar  M.Arifin saat dimintai pendapatnya mengatakan, dirinya sangat terkejut mendapatkan berita adanya masalah limbah dari perusahaan PT PHE. Dan dirinya sangat kecewa dengan penanganan masalah limbah tersebut yang  tidak dari perusahaan tersebut.

Seharusnya,  perusahaan sekaliber PHE  haruslah mempunyai tenaga ahli dan alat yang lebih canggih untuk penanganan limbah karena limbah B3 itu  sudah jelas sangat membahayakan manusia termasuk makhluk hidup lainnya.(MR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.