Jika Kanal Kra Thailand Buka, Mampukah Natuna Manfaatkan Peluang ?

Natuna, Riau Global - Pemerintah Kerajaan Thailand di awal tahun 2017 ini, telah kembali menyeruakkan rencana pembangunan mega proyek dengan membuka terusan atau kanal Kra, di Tanah Genting, Thailand bagian selatan. Kanal Kra ini bertujuan untuk mempersingkat waktu pelayaran kapal-kapal dagang dari Eropa ke kawasan Asia Timur maupun sebaliknya, yang menghubungkan samudera hindia dan laut china selatan, yang selama ini harus terlebih dahulu melintasi selat malaka.

Jika Kanal Kra ini benar-benar diresmikan, tentunya akan sangat berdampak positif bagi perkembangan maritim Indonesia, terutama daerah Sabang di Aceh yang dekat dengan Samudera Hindia dan Natuna di Kepulauan Riau, yang masuk di kawasan Laut China Selatan. Lalu peluang apa yang bisa dimanfaatkan oleh Natuna ?

Kepala Seksi Potensi Keamanan Laut (Kasi Potkamla) Bakamla RI, Anton Hilman Fatoni mengatakan, bahwa Natuna bisa memanfaatkan peluang emas ini, dengan cara membangun pelabuhan Internasional, yang bisa disinggahi oleh kapal-kapal dagang dari bangsa Eropa dan Asia Tenggara.

"Nanti kapal-kapal dagang bisa mengisi bahan bakar dan Bekul (Bekal Ulang) di pelabuhan tersebut," kata Anton, di Kantor Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Natuna, di Senubing, beberapa waktu lalu.

Rencana ini, kata Anton, sudah menjadi perhatian oleh Pemerintah Pusat, yang tertuang dalam program Nawacita Presiden Jokowi-JK. Yaitu dengan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim, yang salah satunya akan dikembangkan di Natuna.

"Ini merupakan peluang yang sangat bagus, salah satu peluang meningkatkan ekonomi daerah," katanya.

Sementara itu dilain waktu ditempat terpisah, Kabid Perhubungan Laut Dishubkominfo Natuna, Sapta Nugraha, mengaku Pemkab Natuna sudah memikirkan peluang tersebut.

"Nanti kalau terusan Kra jadi dibuka, kita bisa jualan BBM, Air Tawar dan perbekalan lainnya kepada kapal-kapal yang melintas. Nanti kita cegat ditengah laut," ujar Sapta dikantornya.

Hal ini, kata Sapta, akan memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi perekonomian daerah, karena bisa menjadi pundi-pundi keuangan daerah yang cukup fantastis.

"Ini peluang yang sangat bagus sekali, dan kita sudah memikirkan itu," bualnya.

Terusan yang menyerupai panama dan suez itu jika benar-benar dibuka, akan membuat negara Singapura kehilangan Kedigdayaannya. Pasalnya, negara yang melepaskan diri dari Malaysia itu, selama ini memanfaatkan jalur selat malaka dengan membangun dan menjalankan pelabuhan termodern dan terbesar di Asia Tenggara. Sehingga setiap kapal dagang yang melintasi selat tersebut, selalu singgah di Negara Singa itu, dan menjadikan gerbang keluar masuknya kapal dagang dari Eropa ke Asia Timur dan sebaliknya.

Pertanyaannya, mampukah Natuna memanfaatkan peluang ini, seperti yang telah dilakukan oleh Singapura terhadap jalur pelayaran di selat tersibuk ke 2 didunia itu. (Erwin Prasetio)


Punya info menarik atau ingin berbagi berita silahkan
sms ke : 081276737422 atau PIN BBM : 26A4B99F
atau via email : redaksi@riau-global.com
(Lengkapi data diri atau intansi berita warga dan rilis)


(75) Dibaca - (0) Komentar
[ Kirim Komentar ]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.