Operasi Pasar Murah LPG 3 Kg ,Masyarakat Kerinci Sangat Antusias

Pelalawan-Riau Global.Com

Langkanya LPG 3 Kg di Pangkalan Kerinci membuat masyarakat sangat antusias berbondong-bondong untuk membeli gas 3 Kg, terlihat masyarakat pangkalan kerinci memadati halaman Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur tempat dilaksanakannya operasi pasar murah LPG 3 Kg pada Senin,15/5/17).

Masyarakat Pangkalan Kerinci terlihat antri untuk mendapatkan Lpg yang sudah lama dinantikan warga, apalagi harganya hanya Rp.18.000,-/tabung berbeda jauh dari harga pasaran sekarang yang sudah diatas Rp.20.000,-/tabung.

Kadisperindang dan Pasar, Drs. Zuerman Das mengatakan Senin,(15/5/17), operasi pasar gas 3 kg ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat  yang sulit mendapat gas. Operasi pasar seperti sekarang akan terus kita laksanakan guna meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah. Kali ini operasi pasar gas 3 Kg yang kita bagi yakni berjumlah 560 tabung gas dengan harga Rp.18.000,- semua habis terjual tanpa ada sisa satu tabung.

Kadisperindag lebih jauh menjelaskan, memang pelalawan masih kekurangan pasokan gas padahal masyarakat pelalawan sudah banyak, kebutuhan sangat tinggi akan tetapi pasokan gas belum mencukupi, dari data Dispendang bahwa pasokan gas yakni sekitar 2 Juta tabung  di kabupaten pelalawan, jadi itulah salah satunya pelalawan masih mengalami langka gas,ungkapnya.

Kami dari Perindang dan Pasar sudah mengusulkan untuk menaikkan kapasitas pasokan gas supaya tidak terjadi lagi gas 3 Kg yang langka dan kita sebagai pemerintah dapat meringankan permasalahan yang dialami masyarakat Pelalawan.Pada operasi pasar tersebut juga dibatasi masyarakat yang mengambil gas, setiap orang hanya mendapat 1 tabung gas karena untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,terangnya.

Salah seorang masyarakat yang antri yakni Fitri,(22 Thn) mengatakan sangat berterimakasih atas adanya operasi pasar penjualan gas murah tersebut, kami sebagai masyarakat sudah terbantu dengan adanya operasi pasar Gas 3 Kg, kami juga berharap operasi pasar seperti ini terus berlanjut tidak hanya hari ini saja. (Yusuf Situmorang)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.