Beralih Dari Bank Riau, Pemkab Rohul Pindah Kas Daerah Ke BRI

RIAUPEMBARUAN.COM - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu telah Menandatangani Momerandum of Under Standing (MoU) kerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero Tbk, Selasa pagi (1/8/2017) sekitar pukul 10.00 WIB di Kantor Bupati Rohul, Pasir Pengaraian.

Dari Pemkab Rohul penadatanganan MoU kerjasama ini ditandatangani Bupati Rohul, H Suparman SSos MSi didampingi Setda Rohul Ir H Damri Harun MM, sedangkan dari pihak BRI ditandatangani pimpinan Kantor Wilayah BRI Pekanbaru, Erizal didampingi Pimpinan Kantor Cabang BRI Pasir Pengaraian, Bhakti Agung Siswanto SE.

Penadatanganan MoU ini dilakukan untuk pemindahan pengelolaan Kas Umum Daerah ke BRI, sehingga ke depannya seluruh transaksi keuangan, baik penerimaan dan pengeluaran daerah, akan dilayani melalui BRI yang dikenal memiliki Jaringan terluas serta Terknologi mutakhir tersebut. Artinya tidak lagi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bank Riau-Kepri.

Kerjasama ini menjadi sejarah, Karena dari 12 Kabupaten Kota diriau saat ini, baru kabupaten Rohul, yang mempercayakan kas umum daerahnya ke BRI.

Bupati Rohul, H Suparman menjelaskan, bahwa Pemkab Rohul saat ini terus berupaya semaksimal mungkin, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak, serta pengembangan UMKM di Rohul.

"Untuk itu, Pemkab membutuhkan layanan Perbankan dengan sistem Teknologi Informasi Mutakhir, serta bisa menjangkau seluruh wilayah dalam rangka memberikan Pelayanan maksimal kepada masyarakat," jelasnya Suparman Bupati Rokan Hulu.

"Dari beberapa Bank yang telah dilakukan penilaian, Pemkab Rohul tertarik menjatuhkan pilihannya ke BRI. Hal itu didasari pertimbangan, karena BRI memiliki Jaringan terluas, menjangkau ke seluruh wilayah pedesaan, serta memiliki Teknologi Informasi Perbankan yang canggih," ujarnya.

Lanjut Suparman, pelayanan BRI sangat memberi kemudahan bagi masyarakat dalam bertransaksi, salah satu contohnya Pembayaran pajak. Selama ini, masyarakat di pedesaan merasa kesulitan untuk membayar pajak, karena jauhnya jarak tempuh ke tempat pembayaran pajak.

"Bahkan untuk membayar pajak selama ini masyarakat harus mengeluarkan biaya operasional lebih besar dibandingkan dengan besaran biaya pajak yang harus dibayarkan, ini yang menjadi kerisauan kita. Kita ingin, masyarakat nyaman sehingga mereka tidak berat lagi membayar pajak," jelas Suparman.

Dengan adanya kerjasama ini, kata Suparman, Pemkab Rohul juga dapat melakukan pemantauan terhadap Progres Peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang saat ini terus digenjot Pemkab Rohul. Karena selama ini dia mengakui, bahwa Pemkab Rohul merasa kewalahan mendapatkan data keuangan terkait progres seluruh sektor PAD yang ada di Rohul. (Senuju)

Editor: Rezi AP 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.