Hantu Kojet dan Pencuri Kepala



Saat Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh masih diterapkan, saya sering mendengar adanya hantu kojet dan pencuri kepala (Pancuri ule-Aceh,pen) berkeliaran. Bila ada masyarakat yang hilang atau ditemukannya mayat tanpa kepala, maka yang menjadi tertuduh adalah dua nama yang saya sebutkan tadi.


Dalam tulisan ini, saya hendak memilah ruang aksi untuk kedua makhluk misterius itu. Hantu kojet selalu saja dikaitkan dengan hilangnya penduduk secara tiba-tiba. Untuk mayat yang ditemukan tanpa kepala, pelakunya dipastikan perbuatan pencuri kepala.

Pencuri kepala alias pancuri ule sering kali dikaitkan dengan pembangunan jembatan beton. Sehingga apabila ada pembangunan disuatu gampong, masyarakat langsung was-was. Bila secara kebetulan ada mayat yang tidak berkepala, maka jembatan dan pekerjanya langsung menjadi tertuduh. Masyarakat –karena ketakutannya- selalu saja menghindar dari jembatan yang sedang dibangun.

Cerita takhayul nan mistis pun dibangun untuk menguatkan bahwa pembangunan jembatan selalu membutuhkan kepala manusia. Saya sempat merekamnya dalam ruang ingat. berikut penjelasannya:

Kepala manusia mempunyai kekuatan mistik yang luar biasa. Tanpa adanya kepala manusia, maka kontruksi sebuah jembatan tentu akan rapuh. Maka tidak jarang, jembatan yang dubangun jauh dari jalan besar (jalan propinsi) pasti akan cepat rusak.


Logikanya, karena sangat sulit mengecor kepala manusia pada pembangunan jembatan di gampong-gampong. Sebab masyarakat yang lalu lalang pasti akan melihatnya.Untuk itulah jembatan digampong yang dibangun dengan beton pasti akan cepat rusak.

Sedangkan hantu kojet, ini ada kaitannya dengan sangat berkuasanya para iblis disuatu tempat. Iblis membutuhkan manusia untuk dijadikan budak. Nah, yang hilang secara tiba-tiba dan misterius itu dipastikan telah diculik oleh bangsa genderuwo untuk dijadikan budak di dunia mereka.

Saya dengan nalar yang secukupnya, sempat menolak kebenaran cerita itu. Tapi telunjuk mayoritas orang kampong lebih tajam. Saya dituduh sok pintar dan telah dibuai mimpi karena terlalu banyak baca buku. 

Mungkin sampai sekarang masih banyak yang tidak paham apa itu hantu kojet dan pencuri kepala. Masyarakat yang otaknya dipenuhi mistis, akan sulit mencerna hal-hal yang logis. Konon lagi, kebodohan mereka abadi, karena media massa sampai hari ini masih menyuplai otak mereka dengan berita mistik, darah dan seks.

Hantu kojet dan pancuri ule-dimasa lalu- adalah isu yang dihembuskan oleh pihak intelijen. Digunakan untuk meredupkan kecurigaan rakyat atas terlalu seringnya Negara membunuh rakyatnya sendiri dengan dalih menjaga stabilitas.

Mayat yang ditemukan tanpa kepala itu sengaja dibunuh. Bisa jadi karena dicurigai sebagai antek-antek pemerintah (untuk pembunuhan versi pemberontak) maupun sebagai bagian pemberontak (untuk pembunuhan yang dilakukan oleh aparat Negara). Kenapa kepalanya dihilangkan? Tentunya untuk menyulitkan proses identifikasi.

Lalu yang hilang tiba-tiba? Bisa saja dibunuh dan dikubur ditempat-tempat penyiksaan. Bisa juga sejatinya tidak hilang abadi. Tapi setelah ditangkap, dibunuh dan dipotong kepalanya.

Intinya munculnya hantu kojet, pancuri ule, serta pancuri organ manusia adalah sebuah upaya pengalihan isu. Hal ini ditebar untuk menimbulkan kepanikan massal. Kenapa dilakukan? Karena ada sesuatu yang sedang dijalankan. Masih tak percaya? []


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.