Pesugihan Tuyul di Pedalaman Aceh

Ros (bukan nama sebenarnya) heran. Sudah hampir setahun dia menabung di celengan bambu, namun beratnya tak bertambah. Malah makin hari terasa makin ringan. Ketika dia mengutarakan hal tersebut kepada suaminya, sang suami malah mengabaikan saja.

“Mungkin Bunda salah hitung. Disimpan tujuh kali tapi dijumlahkan Sembilan belas,”kata sang suami yang bernama Rahim (nama samaran).

Pasangan suami istri tersebut baru sadar ada yang ganjil di rumahnya, ketika tetangga mereka mengaku kehilangan uang di celengan. “saya mencatat tiap menabung. Totalnya sudah tiga juta. Tapi pas kami belah celengan, uang yang tersisa tidak sampai satu juta,” ujar Sariyem, tetangga Ros dan Rahim.

Usut punya usut, Ros dan Rahim kemudian curiga kepada salah seorang pedagang sayur-mayur di kampung itu yang punya harta banyak. “Masak hanya jualan sayur tiga ikat, tapi mampu beli mobil dan bolak-balik ke Pulau Jawa tiap tahun,” selidik Ros pada suaminya.

***

Cerita tentang adanya beberapa warga di sebuah kampung di pedalaman salah satu kabupaten di Aceh yang memelihara tuyul sepertinya memang bukan isapan jempol belaka. Sebab banyak sekali warga yang mengaku kehilangan uang begitu saja. Bahkan uang yang disimpan di celengan acapkali raib secara misterius.

Simak saja cerita Kasiman (nama samaran). Lelaki petani tersebut mengaku kerap kehilangan uang secara gaib. Padahal dia meyakini bahwa tempat penyimpanan uang itu, hanya dia dan Tuhan yang tahu. “Istriku saja tidak kuberi tahu. Tapi tetap saja hilang,” ujar kasiman.

Karena terlalu seringnya warga kehilangan uang, akhirnya mereka bersepakat mendatangani orang pintar. Walau tidak mampu menunjukkan siapa yang menjadi dalang, namun sang supranatural tersebut memberikan solusi. “Jangan simpan uang tanpa menggulung dan mengikatnya. Tuyul mencuri uang dengan cara menarik lembaran rupiah menggunakan dua jari lataknya orang menjepit rokok. Itu teknik tuyul. Maka uang harus digulung dan diikat agar dia tidak bisa mencuri,” terang sang ahli dunia gaib.

Tentu tidak semua warga mengikuti saran tersebut. Namun bagi yang patuh, efek positifnya tidak lagi kehilangan uang.

Kaya Dengan Cara Ganjil

Diantara penduduk kampung itu, warga mencurigai ada beberapa yang memelihara tuyul. Hal ini dilihat dari praktik ekonomi dan lelaku mistik.

Ada yang tiap tahun harus mengganti salah satu bagian rumahnya. Padahal kondisinya masih bagus. Ada yang tiap setahun sekali pulang ke Pulau Jawa.

“Walau mereka tidak punya kerja yang jelas, namun keuangannya cukup bagus. Tiap bulan mampu membeli barang mewah. Tapi mereka juga punya kelakuan aneh. Misal tiap tahun harus mengganti salah satu bagian rumahnya. Padahal kondisinya masih bagus,” ujar seorang warga.

Cerita lainnya, pada suatu ketika, ada seorang warga yang ketika sakit keras wujud wajahnya berubah mirip kera. Sehingga warga yang membezuk dilarang masuk. “Menurut info dia memelihara tuyul dari siluman kera,” terang seorang warga.

Sampai saat ini, operasi tuyul mencuri uang dalam celengan terus berlanjut. Namun karena berurusan dengan alam gaib, tidak seorang pun diantara yang dicurigai mampu ditangkap oleh warga. []




Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.