Bupati Meranti Minta Dukungan Pusat Tuntaskan Proyek Strategis

RIAUPEMBARUAN.COM - Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan Nasir MSi, Rabu (23/11/16) siang kemarin meninjau proyek pembangunan Jalan pelabuhan penyeberangan lintas Pulau Tebing Tinggi - Pulau Merbau di Desa Mekong, Tebing Tinggi Barat.
 
Proyek pembangunan Jalan Base B dan Bronjong dengan panjang 2.2 KM dan lebar 5.5 M yang sedang dikerjakan itu menggunakan Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 senilai Rp 9,4 Milyar lebih 
 
Pembangun ini, Kata Irwan Nasir, dalam rangka mendukung program 'Merangkai Pulau' yang tengah diupayakan oleh Pemkab Kepulauan Meranti, setelah pembangunan Jembatan (Selat Rengit) disebelah jalan pelabuhan tersebut terkendala sejumlah persoalan.
 
Pembangun jalan pelabuhan penyeberangan itu sendiri merupakan akses utama jalur darat lintas Pulau Merbau dan Pulau Padang ke Pulau Tebing Tinggi menuju pusat ibu kota Kabupaten. Yang selama ini sangat sulit dilewati dikala musim air pasang tinggi.
 
"Pembangun ini dibuat sebaik mungkin dengan kontruksi yang bisa mengatasi air pasang tinggi, sehingga masyarakat nantinya tidak lagi khawatir banjir. Kita harap proyek bisa tuntas dan segera difungsikan,"tutur Politisi PAN itu.
 
Mengingat batas waktu pengerjaan pembangunan proyek senilai Rp 9,4 Milyar tersebut baru akan berakhir hingga 26 Desember mendatang.
 
Namun hingga 23 November kemarin baru dalam tahap pengerjaan 15-20persen, hal itu diakui terkendala akses memasok material yang sulit mengingatkan kondisi wilayah kepulauan yang tergantung cuaca dan kondisi pasang surut air sungai.
 
Baik pihak kontraktor maupun Bupati Irwan Nasir optimis pembangunan proyek jalan base dan Bronjong itu akan tuntas dikerjakan, meski hingga batas waktu Desember mendatang hanya diperkirakan hanya selesai 50persen.
 
Untuk itu, Bupati Irwan mengaku akan membantu mengupayakan berkoordinasi dengan pihak Kementerian terkait di Jakarta untuk memperoleh perpanjangan waktu pengerjaan sesuai peraturan. Mengingat kondisi wilayah dan cuaca yang menjadi kendala.
 
Editor: Nawi Iswandi

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.