DPRD Riau Minta BUMD Ini Ditinjau Ulang
Bahkan Komisi C DPRD Provinsi Riau telah mengeluarkan rekomendasi perihal hal tersebut kepada Pemerintah Provinsi Riau.
"Banyak BUMD yang sakit parah. Kita surat rekomendasi sudah kita keluarkan untuk ditinjau ulang," jelas anggota Komisi C DPRD Riau, Husaimi Hamidi, Kamis (8/9/2016).
Riau Petroleum salah satu BUMD yang disebut Husaimi nasibnya tidak jelas. Sama halnya dengam Riau Airlines (RAL).
Melihat kondisi ini Komisi C sudah mengundang Riau Peteoleum. Namun menurut Husaimi terkesan tidak ada niat baik pihak perusahaan mengatasi masalah tersebut.
"Riau Petroleum nasibnya tidak jelas pernah kita beberapa kali pertemuan kami suruh pulang. Karena yang datang hanya Direktur Operasional," lanjut politisi Partai Persatuan Pembangunan ini.
Komisi C DPRD Riau bahkan sudah memberikan kesempatan kepada Riau Petroleum menjelaskan apa saja yang sudah dilakukan terhadap modal awal sebesar Rp 7 miliar yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi Riau.
"Waktu itu kita berikan kesempatan mereka untuk menjelaskan. Namun, setelah kita berikan pertanyaan kemana uang 7 miliar itu. Yang dijelaskan hanya kalau-kalau saja tapi apa yang sudah dilakukan tidak tau," katanya.
Sehingga tidak ada salahnya jika pada akhirnya Komisi C memberikan rekomendasi supaya Riau Petrolium untuk ditinjau ulang jika, melihat kondisi BUMD yang tidak jelas. Bahkan tidak ada deviden atau keuntungan yang diberikan.
Lebih lanjut disampaikanya, Komisi C juga akan terus mengawasi BUMD . Bahkan dalam fit and prover test Direktur Beberapa BUMD, DPRD melalui Komisi C ikut dilibatkan. ***

Post a Comment