Ini Penjelasan Bupati Mursini Tentang Perubahan APBD 2016
Riaunesia.com (RNC) – Bupati Kuansing H Mursini menyampaikan penjelasan secara umum tentang terjadinya perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kuansing tahun anggaran 2016 melalui pidato pengantar Ranperda tentang Perubahan APBD Kuansing TA 2016 melalui sidang paripurna yang digelar di DPRD Kuansing, Rabu (2/11/2016).
Sidang paripurna dipimpin Ketua DPRD Kuansing Andi Putra dihadiri Bupati Kuansing H Mursini, Wakil bupati H Halim, Sekda Muharman dan pejabat dilingkungan Pemkab Kuansing serta Forkopimda dan undangan lainnya.
Dijelas Bupati, terjadinya perubahan APBD 2016 disebabkan pertama, perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD, karena terjadinya perubahan pendapatan daerah.
Pada kebijakan umum APBD murni tahun anggaran 2016 disampaikan Mursini, diproyeksikan pendapatan daerah sebesar Rp. 1.446.561.448.767,00 terjadi kenaikan sebesar Rp 41.472.290.328,83 (2,87%). Sehingga pendapatan pada perubahan APBD tahun anggaran 2016 ini menjadi sebesar Rp 1.488.033.739.095,83.
Dijelaskan Bupati Mursini, terjadinya kenaikan pendapatan daerah, bersumber dari pendapatan asli daerah yang semula ditargetkan sebesar Rp 83.208.829.156,00 berubah menjadi sebesar Rp 100.290.578.356,00. Kemudian dana perimbangan yang semula ditargetkan sebesar Rp 1.066.635.162.340,00 berubah menjadi sebesar Rp 1.077.501.584.148,17.
Sedangkan pada lain-lain pendapatan daerah yang sah semula ditargetkan sebesar Rp 296.717.457.271,00 dan pada anggaran perubahan mengalami peningkatan menjadi sebesar Rp 310.241.576.591,66.
Kemudian kedua, karena adanya pergeseran anggaran antar kegiatan, dan jenis belanja, selanjutnya penambahan program dan kegiatan pada masing-masing SKPD berdasarkan kemampuan keuangan daerah.
Disampaikan Bupati, Perubahan APBD tahun anggaran 2016 ini, dari sisi pengeluaran (belanja), tetap diupayakan pada kebutuhan-kebutuhan yang objektif, rasional yang terkendali berdasarkan skala prioritas yang ditujukan pada peningkatan pelayanan publik yang lebih difokuskan pada pembangunan ekonomi kerakyatan, peningkatan sumberdaya manusia, dan peningkatan infrastruktur.

Post a Comment