Terlalu Tua, Mesin PLN di Bunguran Utara Rusak
Akibatnya, pemadaman bergilir didaerah bagian utara pulau Bunguran Besar itu, tak terhindarkan.
Sapri, salah seorang bagian technisi mesin yang bekerja di perusahaan berplat merah itu mengaku, mesin pembangkit listrik yang rusak tersebut usianya memang sudah tua. Sehingga onderdil atau alatnya banyak yang harus dilakukan pergantian.
"Mesin ini usianya sudah hampir 20 tahun. Sudah dioperasikan dari tahun 1997 silam, jadi wajar jika sering rusak," katanya, ketika ditemui Riau Global, Jum'at (04/11) kemarin.
Sapri menjelaskan, beberapa bagian mesin yang rusak tersebut diantaranya Klip dan Blok, dan harus dilakukan pergantian.
"Klipnya sudah bocor, bloknya pun sudah masuk air. Kita sudah pesan dari Tanjungpinang, mudah-mudahan dalam minggu-minggu ini alatnya sudah datang",ungkapnya.
Mesin pembangkit listrik yang rusak bukanlah satu-satunya yang dimiliki oleh PLN Rayon Ranai Sub Kelarik, namun masih ada dua unit mesin lagi yang masih bisa dioperasikan.
"Cuma satu yang rusak, yang dua hidup," ujar Sapri.
Pihak PLN Rayon Ranai Sub Kelarik juga sudah mengeluarkan surat edaran keseluruh desa yang ada di Bunguran Utara, yang berisi tentang pemberitahuan pemadaman bergilir kepada pelanggan, pada tanggal 27 Oktober 2016.
Pemadaman tersebut dilakukan dari pukul 06:00 hingga pukul 17:00 Wib. (Erwin)

Post a Comment