Tiga Buah Jembatan Trans Bunguran Tengah-Batubi Mengkhawatirkan
Satu buah jembatan kayu penghubung antara Kecamatan Bunguran Tengah dan Kecamatan Bunguran Batubi, Kabupaten Natuna, mengalami patah dibagian tiang dan pelantarnya. Sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor.
Salah seorang pengendara bermotor yang ditemui dilokasi mengaku sangat khawatir dengan kondisi jembatan yang ada.
"Kalo siang oke lah kita nampak, kalo malam salah-salah kita main nyelonong aja, lupa kalo jembatan ini patah," sebut Baki, salah seorang pengguna jalan belum lama ini.
Meskipun sudah dibangun jembatan darurat untuk para pengguna jalan, namun Baki berharap jembatan tersebut segera dibangun dengan permanen.
Mengingat cuaca saat ini memasuki musim penghujan, sehingga arus sungai selebar kurang lebih 10 meter itu sangat deras, dan dikhawatirkan jembatan darurat yang dibangun tidak mampu menahan derasnya air sungai.
"Bagusnya segera dibangun jembatan permanen dari beton, ini kan kayu, sebarapa lama lah akan bertahan," sarannya.
Pantauan Riau Global dilapangan, bahwa terdapat empat buah jembatan yang terbuat dari kayu disepanjang jalan Trans Kecamatan Bunguran Tengah dan Bunguran Batubi.
Satu diantaranya patah dan sama sekali tidak dapat dilalui kendaraan baik roda empat maupun roda dua. Dan yang tiga buah jembatan lainnya meskipun masih dapat dilalui, namun kondisinya pun sangat memprihatinkan.
Karena terdapat beberapa tiang dan pelantar jembatan yang sudah mulai rapuh termakan usia. Bagi pengguna jalan yang hendak ke Kecamatan Bunguran Batubi dan sebaliknya, dihimbau agar ekstra berhati-hati saat melintasi jembatan tersebut. (Erwin)

Post a Comment